Kamis, 21 April 2011

A FRIEND FROM JAPAN

“ Hey Sayumi, I feel like close to you n your country..” kata itu sempat aku utarakan pada gadis 20 tahun yang baru saja berulang tahun ketika di rumahku. Bagaimana tidak, sebelum dia tinggal di rumahku aku dan keluarga berencana untuk travelling ke Jepang! Namun, Allah punya rencana lain.. Jepang dihantam gempa dan tsunami.. Bayangan diriku menikmati sakura bermekaran di bulan Maret lenyap sudah bersama berita tsunami. Begitupun dengan buku panduan hemat ke Jepang yang baru saja aku beli . Kecewa memang sempat hadir tapi rasa itu langsung berganti dengan keprihatinan terhadap musibah yang dialami negeri Matahari Terbit ini. Memoriku langsung kembali pada tsunami di Aceh Desember 2004. Kini sepenuhnya rasa kecewa itu pun hilang . Rasa prihatin bergabung dengan hadirnya rasa syukur. Bayangkan saja jika kami sekeluarga jadi berangkat dan saat itu ada tsunami. Na’udzubillah.

Terima kasih Ya Allah.. Rasa syukurku pun bertambah saat teman dari Jepang datang setelah menyelesaikan projek magangnya di Malang. Aku banyak belajar tentang budaya Jepang darinya sambil aku mengajaknya menikmati indahnya Kawah Putih Ciwidey, memanjakkan lidah di Kampung Daun dan menikmati alunan musik Saung Angklung Udjo. Dia pun begitu menikmati dan mengagumi budaya Indonesia yang beraneka ragam.

“Indonesia is amazing!Many kind of culture, people, language, Island…So beautiful.” Dia begitu antusias menceritakan pengalamannya selama 2bulan magang di Malang. Rasa nasionalismeku mulai semakin kuat dan aku bangga dengan Indonesia. Memang, dia juga menceritakan tentang transportasi yang kurang nyaman di Inodnesia tapi antusiasnya terhadap budaya Indonesia membuatku lupa kekurangan Indonesia. Bahkan dia sering terlihat memakai batik selama di Bandung. Jika dia saja bangga, mengapa kita tidak?

Hal menarik lainnya bahwa aku merasa dekat dengan negara dan dirinya adalah karena sejak SMP aku terbiasa membaca komik Jepang dan tak jarang menonton film drama Jepang (dorama). Sejak kecil televisi Indonesia pun menyuguhkan film- film kartun Jepang seperti Doraemon, Shinchan, Power Ranger, dll . setiap hari Minggu. Aku banyak tahu budaya Jepang dari media – media tersebut. “ I think those are the other ambassador of country, do u think so?”

Batal ke Jepang karena tsunami terbayar sudah dengan datangnya teman dari Jepang.
Thank you Sayumi for spending ur time in my house (^^)b

*my experience last month, on March

Rabu, 20 April 2011

Daya Tariknya Membuatku Terpesona



Ia memanggilku, mengajakku menari dalam imajinasi. Ketika aku terbangun kurasakan kesejukan yang sulit untuk kuungkap. Alunan instrumen gesek ini tanpa kusadari telah menghipnotisku ke dalam dunianya. Sejak lama memang aku menjadi bagian dari penikmat musik - musik instrumental. Membuatku tentram walaupun tak sedikit yang mengatakan sebagai lagu pengantar tidur karena membuat kantuk. Aku tak peduli! Sampai saat ini aku masih menikmatinya.. Namun, entah mengapa, diantara banyaknya instrumen musik, aku begitu terpesona dengan alat gesek ini. Ya, dia adalah biola!
Aku sering melihat beberapa teman memainkan alat musik itu sejak aku SMP hingga SMA. Bahkan teman baikku, Fitria, adalah salah satu penggila biola. Hahaha.. Tapi dulu aku tak begitu tertarik.Bahkan untuk mempelajari alat musik lain aku juga tak tertarik. Kakakku bermain piano, adik - adikku bisa drum, keyboard dan gitar pun aku tak tertarik. Mereka tampil dengan alat musik di acara - acara keluarga, aku benar - benat tak tertarik. Hingga akhirnya aku menemukan sendiri bahwa aku ternyata mulai tertarik oleh pesonanya.
Hari demi hari, musik- musik instrumental biola yang menemaniku ketika berangkat kuliah semakin membuatku tertarik. Alunan suara yang dihasilkan begitu sendu, mendayu, indah, menyimpan sejuta bahasa. Membuatku penasaran. Aku mulai berfikir untuk tak hanya menjadi pendengar dan penikmatnya saja tapi aku harus bisa memainkannya! Berawal ketika aku pulang kuliah dan memasuki gerbang kompleks rumahku dan melihat diskon les di Purwacaraka Batununggal. Diskon! Hahahha, ya saat itu ada diskon. Akhirnya aku memutuskan untuk ikut kursus biola, apalagi dekat rumah.
Aku yang sudah bukan remaja lagi sebetulnya malu dan merasa ragu apakah aku mampu. Tapi keinginan kuatku menepis itu semua! Akhirnya aku memutuskan les biola!
Tak mudah untuk memainkan alat gesek ini, namun dengan kemauan keras dan latihan berkesinambungan, Alhamdulillah aku mulai lancar. Tanpa disangka akhirnya setelah 2bulan lebih aku menjadi keluarga Purwacaraka Batununggal, aku ikut KONSER!
Biola, sekarang telah menjadi teman baruku yang menemani hari - hariku yang penuh warna.

Daun Kering Mengantarku Kembali



Seperti daun kering jatuh dari pepohonan, terbawa angin, terbang jauhh...jauhh entah kemana.. Tak akan kubiarkan hidup yang sebentar ini seperti daun kering yang terbang tanpa arah.Walaupun saatnya telah tiba untuk menjadi daun kering biarkan ia bermanfaat sampai selesai tugasnya bersama pohon. Biarkan daun kering membantu orang - orang kreatif mendaur ulang menjadi barang- barang bermanfaat.. Biarkan daun kering membantu mempercepat proses pembakaran sampah.. Biarkan ia bermanfaat sampai batas waktunya.. Seperti saat ini ia mengingatkanku untuk kembali.

Begitulah, sesuatu yang kudapatkan ketika memperhatikan daun berjatuhan dari balik jendela rumahku. Banyak pemikiran yang muncul dalam benak, banyak rasa yang timbul dalam jiwa, banyak pula kata yang ingin diucapkan sebagai hasil dari perenungan setiap kejadian. Namun, tak juga semua itu terbingkai dalam rangkaian kata potret setiap peristiwa yang kualami. Lama tak kutuangkan semua ini dalam tulisan yang sebelumnya telah membantu meringankan hati dan pikiranku. Kini sudah saatnya bagiku menulis kembali dan mengakhiri hari dengan bermandikan hujan kata – kata.

Ya, hujan kata-kata yang akan membuat dedaunan hariku tetap hijau dan segar. Walaupun memang kelak saatnya akan menjadi daun kering,namun aku telah berbagi melalui tulisan - tulisanku. Jadi, sekarang saatnya untukku menulis lagi, berbagi. Dengan harapan aku bisa menjadi orang bermafaat, sekecil apa pun.

Let's inspiring other and get inspired by other! Be a benefit a person since the leaf blooming until falling!

Selasa, 02 November 2010

FIVE THINGS


A wise man told about a journey of his soul
He said : I found my heart worry on five things
So I looked for the answers
And I found them either on five things
First, I looked for blessing to fulfill the basic requirements in this world
And I found it when I was doing Dhuha Pray
Second, I looked for eternal light for the day of here after
And I found it when I was doing night pray
Third, I looked for the answer for Munkar and Nakir
And I found it when I read The Holy Quran
Fourth, I looked for tool to hold on Shiratal Mustaqim
I found it when I was doing fasting and shodaqoh
Fifth, I looked for shelter of Arasy
I find it when I was doing seclusion and many abadah to Allah
Now my heart eternally rest in peace

(Inspiring Word,Deshinta Arrova Dewi)

Senin, 14 Juni 2010

WE WILL NOT GO DOWN


SONG FOR GAZA
by Michael Heart

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Senin, 12 April 2010

Nadran di Pesisir Laut Cirebon

11 April 2010 - Ribuan masyarakat pesisir Cirebon bersuka cita pada pesta laut atau nadran tahun ini. Nadran merupakan upacara sedekah laut yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta karena telah melimpahkan hasil tangkapan yang banyak. Menurut tokoh masyarakat, Elang Panji, nadran berasal dari kata nazar yang berarti niat yang sangat kuat untuk selalu bersyukur dengan berbagi kegembiraan atas limpahan rezeki yang diperoleh.


Siang itu daerah Bondet, Mertasinga Kec. Gunung Jati Kabupaten Cirebon dipadati warga setelah panitia mempersiapkan nadran sejak tanggal 9 April. Kepala Disbudparpora, bapak Sukanda mengatakan, tahun ini ada sekitar 300 perahu nelayan yang ikut serta meramaikan nadran yang dihias dengan berbagai warna-warni umbul-umbul, bendera, pakaian, botol minuman bahkan buah-buahan seperti pisang dan nanas.


Prosesi dimulai ketika rombongan bupati Cirebon, Drs. H. Dedi Supardi, M.M. datang dan menaiki perahu. kemudian bersama perahu lain menuju
Tempat Pelelangan Ikan(TPI)Waluya Bondet yang disambut tarian dari Sanggar Kencana Wungu dengan iringan gamelan. Setelah itu dikeluarkanlah kepala kerbau yang diberi berbagai sesajen dan di arak menggunakan tanggul. Kerbau bule berwarna putih ini menurut Elang Panji, disebut mahesa. Ini digunakan sebagai simbol untuk menyatakan Yang Maha Esa, tak lain adalah Allah SWT. Setelah sambutan dari kepala Disbudparpora dan bupati kemudian bupati Dedi mengusap kepala kerbau. Barulah kepala kerbau dibawa ke tengah laut dengan perahu diikuti rombongan bupati beserta pejabat muspida dan masyarakat sekitar. Setelah sampai di tengah laut, kepala kerbau di buang ke laut diiringi dengan shalawat nabi. Kain, sesajen,darah, dan segala yang melekat pada kerbau itu berusaha di ambil oleh masyarakat walaupun mereka harus terjun dan berenang di laut. Air di sekitar jatuhnya kerbau disiram ke wajah mereka dan perahu-perahu nelayan. mereka berharap mendapat berkah dari semua itu. Bahkan terlihat pula beberapa warga melakukan prosesi buang taun goni yang artinya membuang ari-ari (plasenta) ke lautan.Tradisi masyarakat pesisir Cirebon setiap mempunyai anak biasanya menyimpan ari-arinya untuk dibuang saat perayaan Nadran dengan harapan serta doa agar pikiran anak mereka kelak bisa seluas lautan.


Di samping prosesi nadran itu sendiri,Drs.H.Dedi Supardi,M.M. mengatakan bahwa kegiatan ini merupakanrangkaian peringatan hari jadi Kabupatn Cirebon yang ke-528 dan nadran pun akan menjadi salah satu dayapikat pariwisata di Cirebon.

by: drattania

Senin, 15 Maret 2010

Children Learns What They Live (by Dorothy Law Nolte)


if a childs live with criticism
He learns to condemn
if a childs live with hostility
He learns to fight

if a childs live with ridicule
He learns to be shy
if a childs live with shame
He learns to feel guilty
if a childs live with tolerance
He learns to be patient
if a childs live with encouragement
He learns to be confident
if a childs live with praise
He learns to appreciate
if a childs live with fairness
He learns
justice
if a childs live with security
He learns to have faith
if a childs live with approval
He learns to
like himself
if a childs live with acceptance and friendship
He learns to
find love in the world